BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Untuk menekan menjamurnya calo tiket kapal laut pada sesi arus mudik lebaran tahun ini, KSOP Kumai meminta pengusaha jasa transportasi laut, Pelni, DLU, dan ASDP menyosialisasikan secara maksimal harga tiket kapal secara transparan. Pada angkutan mudik lebaran 2017 ini, ruang gerak para calo akan diminimalkan. 

"Kami minta mereka sosialisasi dari sekarang. Nih harga tiket kapal ini menuju pelabuhan ini sekian harganya. Supaya calo tidak bisa berkutik jika harga sebenarnya ditransparansikan," ujar Kepala KSOP Kumai, Junaidi, Senin (15/5/2017).

Junaidi menjelaskan, ketersediaan tiket kapal laut juga menjadi pemicu munculnya calo tiket. Biasanya para calo tiket ini memborong sebanyak-banyaknya tiket kapal menuju Semarang atau Surabaya pada hari-hari tertentu. Biasanya mulai H-7 sampi H-1 lebaran.

"Pihak perusahaan kapal laut harus tegas jika ada tiket yang tidak sesuai dengan nama penumpang, jangan diberangkatkan. Artinya calo tidak bisa menjual tiket kepada calon penumpang jika namanya tidak sesuai dengan pembeli atau calon penumpang. Itu yang harus lebih diwaspadai," tegasnya.

Untuk arus mudik lebaran tahun ini dari pelabuhan Panglima Utar menuju Semarang dan Surabaya akan dilayani oleh delapan kapal laut milik Pelni dan Dharma Lautan Utama. Serta satu armada lagi Kalibodri milik ASDP. (CECEP HERDI/N).