BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kecelakaan tunggal kerap terjadi pada malam hari di Jalan Jenderal Achmad Yani, antara Desa Bararawa-Desa Lampeong, Kabupaten Barito Timur. Pasalnya, para pengguna jalan dikagetkan dengan lubang dekat tikungan karena arah jalan sebelum memasuki lokasi kerusakan masih mulus.

"Apabila arah dari Buntok, Kabupaten Barito Selatan menuju Ampah. Namun apabila arah Ampah menuju Buntok atau Ampah-Desa Jihi, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Bartim banyak mengalami kerusakan," ucap seorang warga Tamiang Layang, Udin (30) kepada borneonews.co.id, di Desa Bararawa, Senin (15/5/2017).

Korban kecelakaan yang paling banyak ditemui dari arah Buntok-Ampah. Karena jalan dari arah kabupaten tetangga tersebut terbilang masih mulus. Kondisi itu terkadang membuat pengendara lengah, sehingga tidak bisa mengantisipasi saat kendaraannya tiba-tiba berhadapan dengan jalan berlobang antara Desa Bararawa-Desa Lampeong, dalam suasana gelap gulita.

"Dan biasanya korban yang mengalami kecelakaan ketika melintasi desa kami pada malam hari. Karena di sekitar jalan masih hutan, dan tidak ada lampu penerangnya," bebernya.

Karena tidak hafal jalan yang mengalami kerusakan akibat tidak mengenali medan jalan yang selalu di kagetkan dengan banyaknya di temui lubang dari arah Desa Lampeong menuju Ampah.

"Kami berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar korban kecelakaan tidak bertambah lagi," katanya.

Warga Desa Bararawa, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur berinisiatif meminta sumbangan kepada pengguna jalan untuk memperbaiki Jalan Achmad Yani, persisnya di perbatasan Desa Bararawa-Lampeong, arah Ampah-Buntok. Buruknya infrastruktur jalan di wilayah itu, dikhawatirkan memakan korban.

Warga Desa Bararawa tersebut adalah Dilah (27), dari RT. 01 Desa Bararawa. Menurutnya, pihaknya meminta sumbangan untuk melakukan perbaikan jalan, perihal ini sudah di ketahui Kades, dan telah diizinkan meminta sumbangan.

"Terpaksa meminta sumbangan kepada pengguna jalan untuk melakukan perbaikan pada badan jalan yang banyak mengalami kerusakan. Akibat kerusakan jalan tersebut banyak pengguna jalan mengalami kecelakaan karena tertabrak lubang," ucapnya,  di Desa Bararawa, Senin (15/5/2017).

Menurut penuturan Dilah, rata-rata pengguna jalan yang mengalami kecelakaan bukan warga kampung mereka, namun pengguna jalan dari daerah lain seperti Kabupaten Tetangga Barito Selatan, Warga Tamiang Layang Kabupaten Bartim, Bahkan Warga dari daerah provinsi tetangga Kalimantan Selatan.

"Pengguna jalan yang mengalami kecelakaan bervariasi, ada yang mobilnya terbalik, ada juga terjatuh karena tak sempat menginjak rem karena dikagetkan menabrak lubang. Biasanya para korban ada yang mengalami luka ringan bahkan ada yang luka parah," bebernya. (AMAR ISWANI/N).