BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kapolres Kotawaringin Barat (Kobar) AKBP Pria Premos meminta para petugas yang melaksanakan Operasi Patuh Telabang 2017 lebih mengedepankan tindakan yang humanis.
"Operasi Patuh Telabang 2017 harus dilaksanakan secara humanis dalam usaha penertiban lalu lintas di Kabupaten Kobar," ujar Kapolres kepada Borneonews di ruang kerjanya, Senin (15/5/2017).
Ia menjelaskan, permasalahan di bidang lalu lintas saat ini telah berkembang dengan cepat dan dinamis. Hal ini sebagai dampak dari meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk, yang memerlukan alat transportasi sebagai sarana mobilitasnya.
"Operasi Patuh digelar rutin setiap tahun dalam menyambut atau menjelang Perayaan Idul Fitri," ungkapnya.
Menurut dia, dalam melaksanakan amanat undang-undang, Polri khususnya Polisi lalu lintas memiliki fungsi, yakni edukasi, identifikasi dan registrasi pengemudi dan kendaraan, rekayasa lalu lintas dan penegakan hukum.
Kemudian lanjutnya lagi, ada yang namanya K3I, yakni komunikasi, koordinasi, komando, kendali, serta informasi. Koordinator pemangku kepentingan lainnya, memberikan rekomendasi dampak lalu lintas dan Korwas PPNS.
"Jadi dalam pelaksanaan Operasi Patuh ini, yang menjadi fokus dan perhatian kami, adalah keselamatan bagi pengguna jalan. Keselamatan memang sesuatu yang pertama dan utama dalam berlalu lintas," katanya.
Terpisah, Kasat Lantas Polres Kobar AKP Asdini Pratama Putra mengungkapkan, dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh pihaknya, dominasi pelanggaran yang terjadi adalah pelanggaran kelengkapan surat-surat kendaraan, modifikasi yang tidak sesuai spesifikasi keselamatan, tidak mengggunakan sabuk pengaman dan pelanggaran terhadap rambu atau marka jalan.
Asdini menambahkan, dalam pelaksanaan Operasi Patuh Telabang 2017, pihaknya lebih mengutamakan tindakan represif, berupa penegakkan hukum penilangan yang terukur bagi para pelanggar lalu lintas, tanpa mengesampingkan kegiatan preemtif dan preventif.
"Tindakan bagi pelanggar merupakan upaya untuk menyelamatkan pengendara lain yang sudah tertib," tandasnya. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-2)








