BORNEONEWS, Banda Aceh - Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) ke XV di Serambi Mekkah, Provinsi Aceh yang berlangsung 6-11 Mei 2017 terasa sangat spesial bagi putra daerah pesisir Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Adalah Syahrian, yang merupakan ketua KTNA Kotawaringin Barat dan Ketua P4S Karya Baru Mandiri sekaligus pelaku pertanian terpadu didesanya tidak menyangka menjadi satu dari dua puluh orang putra terbaik di Indonesia yang berhasil mendapat penghargaan Satya Lencana Wira Karya.

Satya Lencana Wira Karya adalah penghargaan yang diberikan kepada orang yang berjasa di bidang pembangunan pertanian dan ketahanan pangan serta merupakan petani sukses.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Stadion Harapan Bangsa, Gampong Lhong Raya, Banda Aceh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sabtu (6/5/2017).

Syahrian menceritakan bagaimana perasaannya mendapatkan penghargaan itu,bia terharu bahkan sempat menitikan air mata, ia tidak menyangka bahkan tidak mengetahui kapan penilaian terhadap dirinya dilakukan. Lebih mengejutkan lagi ia diberitahu secara resmi mendapatkan penghargaan ketika transit di Medan saat akan menghadiri Penas KTNA ke XV. "Lebih mengharukan jas yang saya gunakan saat menerima penghargaan dari presiden adalah jas sewaan," papar Syahrian kepada Kepada Borneonews, Senin (15/5/2017).

Ia penasaran, kenapa ia yang mendapat penghargaan dari presiden Joko Widodo, sehingga ia mencoba mencari tahu, alhasil dari informasi yang ia dapatkan ternyata selama ini Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Karya Baru Mandiri mendapat sorotan karena sejak tahun 2003 hingga tahun 2017 P4S Karya Baru Mandiri mengalami kemajuan yang sangat pesat bahkan menjadi rujukan Balai Besar Binuang untuk menyelenggarakan pelatihan pertanian. "Tim penilai datang ke pertanian kami menyaru sebagai pengunjung biasa, alhamdulillah perjuangan kami sejak tahun 2003 membuahkan hasil," ujar Syahrian.

Bahkan betapa bangganya ketika tim yang merupakan Sekretariat Militer (Sekmil) mengungkapkan bahwa mereka sangat mengagumi karya dan perjuangan Syahrian dalam bidang pertanian, profil hingga perkembangan pertanian yang di kelola P4S setiap tahunnya.

Menurut Syahrian, tim sangat termotivasi ketika mengunjungi lokasi pertaniannya. "Siapa yang tidak termotivasi ketika berkunjung ke tempat bapak, termasuk juga tim kami, bukan keahlian bapak dalam budi daya pertanian tetapi hadirnya bapak sebagai sosok lokal di tengah kondisi masyarakat yang selalu di manja alam itu yang membuat kami terkesan," kata Syahrian menirukan ucapan tim penilai.

Penghargaan yang diperolehnya dari 0 KM, Bumi Serambi Mekkah, Tanah Rencong, provinsi Aceh yang diperolehnya merupakan kado manis dan semakin spesial karena bertepatan dengan Milad dirinya yang ke 39. (KOKO SULISTYO/B-8)