BORNEONEWS, Palangka Raya – Babak baru pengerukan sungai di Kalimantan Tengah dimulai. Kali ini yang akan dikeruk ialah Sungai Kapuas Murung yang bermuara di Kabupaten Kapuas. Pengerukan sebagai bagian dari upaya mewujudkan tol sungai dalam rangka mengamankan pendapatan asli daeah (PAD).


Kesepakatan yang telah dicapai dengan salah satu Badan Usaha Pelabuhan (BUP) sebagai pihak rekanan, pengerukan alur sungai tersebut akan dimulai pada November 2017. Pembicaraan teknis mengenai pengerukan dilakukan di ruang rapat Hasundau lantai II kantor Gubernur Kalteng, Senin (15/5/2017), yang dipimpin langsung Gubernur Sugianto Sabran.


“Bulan ini sampai diperkirakan pada Oktober 2017 adalah menyelesaikan administratif, antara lain perizinan dan dokumen Amdal. Lalu November 2017 mulai dikerjakan (pengerukan),” ungkap Penjabat Sekda Kalteng Sahrin Daulay seusai pertemuan tertutup tersebut.


Sahrin melanjutkan, rapat itu mengagendakan pembahasan tindak lanjut pengusahaan alur pelayaran sungai oleh PT Satria Baruna Ocean (SBO) sebagai BUP yang akan mengerjakan. Selain kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan (KSOP) se-kalteng, pihak Kementerian Perhubungan juga hadir dalam rapat itu. Menurutnya, rapat itu menunjukkan beberapa perkembangan baru mengenai titik kesepakatan.


“Rapat ini sudah beberapa kali dilakukan sebelumnya. Hari ini merupakan tindak lanjut dan masih terjadi negosiasi mengenai berapa lama pengembalian kerjasama pengelolaan kepada pemerintah daerah nantinya dan berapa hitungan untuk PAD yang masuk ke Kalteng,” sebutnya. (ROZIQIN/B-3)