BORNEONEWS, Palangka Raya – Pelaku usaha bidang pertambangan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, Kalimantan Tengah, diproyeksikan senang dengan hadirnya ‘tol sungai’ hingga Muara Sungai Kapuas Murung di Batanjung. Sebab kehadiran tol sungai tersebut bisa memperpendek jarak angkut yang tentunya mempersingkat waktu tempuh.
“Sungai Kapuas Murung itu lebih murah karena lebih dekat 25 km bila dibandingkan dengan ketika melalui Sungai Barito dan keluar dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sudah barang tentu ini keuntungan bagi pelaku usaha,” sebut Penjabat Sekda Kalteng Sahrin Daulay, Senin (15/5/2017).
Penjelasan Sahrin disampaikan seusai mengkuti rapat terbatas di Ruang Rapat Hasundau, lantai II kantor gubernur Kalteng, dengan agenda pembahasan tindak lanjut pengusahaan alur pelayaran sungai oleh PT Satria Baruna Ocean (SBO) sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang akan mengerjakan pengerukan alur Sungai Kapuas Murung.
Beberapa pihak hadir dalam pertemuan yang dipimpin Gubernur Sugianto Sabran tersebut. Di antaranya Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) se-Kalteng, Dinas Perhubungan Kalteng, dan pihak Kementerian Perhubungan.
“Ini rapat masalah pengerukan Sungai Kapuas Murung. Tadi telah disampaikan oleh Kementerian Perhubungan dan pihak pengeruk, terkait berapa biayanya, terus berapa break even point (BEP) nya dan berapa tahun konsesinya. Tapi ini baru rencana semua karena belum diputuskan,” ucapnya. (ROZIQIN/B-3)








