BORNEONEWS, Tamiang Layang - Hasil sumbangan sukarela dari pengguna jalan digunakan warga Desa Bararawa, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur (Bartim), membeli tanah saing. Tanah merah bercampur pasir dan kerikil itu dipakai untuk menutupi lubang badan Jalan Jenderal Achmad Yani Ampah-Jihi. 


"Tanah dibeli di Desa Saing, Kecamatan Dusun Tengah, Bartim, diangkut menggunakan dump truck. Kemudian lubang tersebut ditutup warga secara bergotong-royong," ujar Udin (30), Warga Tamiang Layang, Dilah (27) Warga Desa Bararawa, dan Inil (22) dari RT.01 Desa Bararawa, yang dihubungi Selasa (16/5/2017).


Menurut mereka, dalam dua minggu terakhir, persisnya 1 Mei 2017, memang ada perbaikan terhadap infrastruktur jalan tersebut, berupa penimbunan oleh pihak pemerintah. Namun hasil perbaikan tersebut tidak bertahan lama. Kini, jalan ini kembali berlubang. Karena itu, warga berinisiatif memperbaikinya, dengan meminta sumbangan dari para pengendara yang melewati jalan tersebut.


Berdasarkan pantauan borneonews.co.id di lapangan, memang pemerintah saat ini sedang melakukan perbaikan dan penimbunan badan jalan untuk melakukan pengerasan terlebih dahulu. Kemudian melakukan pengaspalan.


Di sepanjang jalan di temui, ada beberapa Warga Desa Bararawa yang sudah memasang tanda bahaya ketika melintas. Seperti menancapkan kayu pada badan jalan, dan di atasnya diletakkan galon yang terbungkus kotak dan ditutupi kantongan plastik. (AMAR ISWANI/N).