BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pergerakan saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) terus membaik, dan diburu investor, termasuk pihak asing. Pada sesi penutupan Selasa (16/5/2017) pagi, harga saham perusahaan milik Haji Abdul Rasyid AS itu, Rp1.740, atau sama pada penutupan Senin (15/5/2017) sore.

"Ya, pergerakannya cukup baik, terus membaik, dan diburu investor, termasuk dari luar negeri. Sudah beli?" urai Direktur Utama PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) Tbk., Vallauthan Subraminam kepada Borneonews, di Pangkalan Bun, Selasa (16/5/2017).

Perseroan yang berdiri sejak 1995 ini, mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), 29 November 2013, dengan kode bursa SSMS. Dalam penawaran umum perdana saham (initail public offering/IPO), ditawarkan sebanyak 1.500.000.000 unit, dengan harga penawaran Rp670. Tercatat tiga Penjamin Pelaksana Efek; PT BNP Paribas Secuities Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, dan PT RHB OSK Securities Indonesia.

Sejak saham perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan pabrik kelapa sawit yang memproduksi minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) dan inti sawit itu, ditawarkan ke publik, besarnya minat asing sudah terlihat. Pihak PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi efek PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), Desember 2013, mencatat tingginya minat asing itu.

Itu terlihat dari komposisi penyerapan oleh investor asing yang mencapai 81 persen pada saat penawaran umum perdana saham, sisanya 19% pihak domestik. Investor asing yang berhasil menyerap saham SMSS, antara lain dari Singapura, Hongkong dan Malaysia. Padahal, saat itu, harga minyak sawit mentah atau crude palm oil menurun.

Data yang ada menunjukkan, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (IDX:SSMS), berdiri pada 22 November 1995, berkantor pusat di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Indonesia. Perusahaan yang saat ini dipimpin Vallauthan Subraminam itu, mulai beroperasi pada 2005.

Perseroan yang mendudukkan Prof Bungaran Saragih, mantan Menteri Pertanian sebagai Komisaris Utama itu, sahamnya terbesar di tangan PT Citra Borneo Indah, 26.46%. Berikutnya, PT Mandiri Indah Lestari, PT Prima Sawit Borneo, dan PT Putra Borneo Agro Lestari, masing-masing 13.65%. Di bawahnya ada Jemmy Adriyanor, dan Jery Borneo Putra, masing-masing 8.43%. Di luar itu, ada kalangan publik, dan pihak lain.

"Mengingat fundamental ekonomi terus membaik, saya optimistis harga saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk., bakal terus naik, karena itu silahkan beli ya," kata Vallauthan Subraminam. (NAZIR AMIN/B-2).