BORNEONEWS, Buntok - Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) masih menunggu hasil uji laboratorium terkait kematian misterius ribuan ikan toman milik petani keramba di Kecamatan Karau Kuala, beberapa waktu lalu.

Sekretaris DKPP Barsel, Dude, mengatakan berdasarkan laporan dari para petani keramba, kematian ikan toman peliharaan mereka diduga akibat air sungai yang tercemar limbah.

Namun, DKPP belum bisa memastikan hal itu. Pihaknya saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Perikanan Provinsi Kalteng di Kota Palangka Raya.

“Tim kita telah turun ke lapangan untuk mengecek dan mengambil sampel ikan dan air di sekitar keramba. Kita menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui penyebabnya,” kata Dude kepada Borneonews, Selasa (16/5/2017).

Ia menuturkan, pihaknya tidak berani mengambil kesimpulan sebelum menerima hasil uji laboratorium. Ia memperkirakan, hasil uji lab baru akan keluar dalam satu pekan ke depan.

Di sisi lain, Dude mengimbau para petani ikan keramba untuk tidak berspekulasi atau menduga penyebab kematian ikan toman peliharaan mereka. “Kita minta bersabar sampai penyebab kematian ikan toman ini diketahui. Karena ikan jenis lainnya yang ada dikeramba tidak mati,” tutur dia. (URIUTU DJAPER/B-3)