BORNEONEWS, Palangka Raya - Perpusatakaan Nasional mencatat rasio pengguna buku saat ini yakni 1 berbanding 10. Artinya satu buku digunakan oleh 10 orang.
Terkait hal itu, anggota Komisi X DPR RI Iwan Kurniawan menilai bahwa kondisi tersebut tidak ideal. Menurutnya, Indonesia harus mengejar minat baca dengan memberikan fasilitas memadai dari segi bahan bacaan. Targetnya, satu buku untuk satu pembaca. Untuk itu, ia mendorong pemerintah agar melakukan akselerasi dalam hal pemenuhan bahan bacaan di perpustakaan yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia.
“Saya kira idealnya ya satu orang membaca satu buku, bukan 1 buku untuk 10 orang seperti rasio saat ini. Saya percaya sepenuhnya terhadap pemerintah atau eksekutif di kementerian, agar menjangkau pemerintah daerah masing-masing provinsi,” sebut politisi Partai Gerindra Kalteng ini, Selasa (16/5/2017).
Ia melanjutkan, dana APBN untuk pengadaan buku di perpustakaan selalu meningkat setiap tahun. Namun untuk jumlahnya dan berapa banyak yang masuk ke Kalteng, mantan anggota DPRD Kalteng ini mengaku tidak mengtahuinya.
“Kalau alokasi anggaran keseluruhan memang trennya mengalami peningkatan tetapi untuk rinciannya baik anggaran maupun bukunya ke masing-masing daerah itu kami di DPR RI tidak tahu. Sebab kenapa? Karena sesuai keputusan MK (Mahkamah Konstitusi), bukan kewenangan kami untuk bisa sampai tahu hingga satuan tiga dan itu sudah tidak diperkenankan lagi,” kilahnya. (ROZIQIN/B-3)








