BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Perusahaan perkebunan asal Malaysia, IOI Corp Bhd., mengatakan laba yang disumbangkan divisi perkebunan meningkat hampir dua kali lipat pada kuartal III-2017.

Lonjakan laba itu berkat dukungan dari kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) sejak akhir tahun lalu. Namun demikian, kinerja apik dari penjualan CPO itu tertahan oleh lambannya penjualan dan menipisnya margin dari divisi oleokimia dan pengilangan.

Kelompok usaha yang tercatat di Bursa Malaysia itu menjadi induk PT Sawit Nabati Agro, dan memiliki sekitar 90 area perkebunan sawit yang tersebar di Malaysia dan Indonesia (Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat).

Menurut IOI Corp., seperti dikutip The Star, Rabu (17/5/2017), untuk laba bersih perusahaan pada kuartal III anjlok 58,1% menjadi RM305,3 juta (Rp940,7 miliar), meskipun pendapatan meningkat 21,2% menjadi RM3,5 miliar (Rp10,7 triliun).

Di luar keuntungan valas, IOI Corp. mengatakan laba sebelum pajak meningkat 12% menjadi RM246,3 juta (Rp758,7 miliar) pada periode tersebut. Peningkatan laba sebelum pajak itu terutama karena meningkatnya kontribusi dari segmen perkebunan.

Laba dari divisi perkebunan melonjak 94% (y-o-y) menjadi RM258,9 juta (Rp797,5 miliar), yang didukung kenaikan harga CPO dan palm kernel dan juga tingginya produksi tandan buah segar sawit.

Adapun selama periode tersebut, harga rata-rata CPO dan palm kernel adalah RM3.118 dan RM3.211 per ton. (NEDELYA RAMADHANI/m)