BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kunjungan Parlemen Uni Eropa (UE) ke Indonesia yang direncanakan berlangsung pada pekan depan akan menjadi ajang untuk melakukan negosiasi tentang ekspor minyak sawit dari Tanah Air.

"Kedatangan itu merupakan undangan dari Pemerintah Indonesia untuk berdiskusi. Kira-kira pekan depan Parlemen Uni Eropa akan kami undang untuk melakukan diskusi agar mereka memahami industri kelapa sawit dan turunannya," kata Direktur Perencanaan dan Pengembangan Pendanaan Pembangunan Bappenas, Kennedy Simanjutak, kepada pers di Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Rencana kunjungan Parlemen Uni Eropa, menurut Kennedy, akan dimanfaatkan pemerintah untuk menjelaskan sertifikasi yang telah diterapkan oleh Indonesia.

"Langkah untuk memberi pemahaman kepada UE membutuhkan waktu," papar dia.

Kennedy menambahkan, Indonesia menerbitkan sendiri sertifikasi karena merupakan negara penghasil minyak sawit mentah (CPO) terbesar dunia.

"Indonesia salah satu produsen CPO terbesar bersama Malaysia, sehingga Indonesia harus mengembangkan standar sendiri dan menyampaikan beberapa perbedaan dan persamaan dengan standar Uni Eropa. Diharapkan penjelasan ini nantinya bisa dipahami dan acceptable," ujar Kennedy. (NEDELYA RAMADHANI/m)