BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ramadan akan menjadi bulan berkah bagi eksportir minyak sawit mentah (CPO) karena permintaan dari negara-negara muslim seperti Pakistan, Bangladesh dan India akan meningkat.
"Kami optimistis pada kuartal II tahun ini ekspor CPO dan turunannya akan naik setidaknya hingga 8% dibandingkan kuartal sebelumnya," kata Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Derom Bangun, di Jakarta, Rabu (17/5/2017).
Tren kenaikan permintaan CPO dan turunan ini, menurut Derom, dimulai dari satu bulan sebelum Ramadhan.
"Biasanya satu bulan sudah ada persiapkan untuk persediaan yang dilakukan oleh pedagang dan prosesor. Satu bulan sebelum Ramadhan industri sudah mulai menyediakan bahan-bahan keperluannya," papar dia.
Peningkatan permintaan CPO ini juga menjadi angin segar bagi para pelaku usaha di industri kelapa sawit. Dengan naiknya kebutuhan CPO, membuat harga minyak sawit di pasaran internasional diharapkan bakal ikut terkerek.
Data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menunjukkan, ekspor minyak sawit Indonesia termasuk biodiesel dan produk oleokimia pada Maret 2017 terkoreksi 5%, yakni dari 2,66 juta ton pada Februari 2017 menjadi 2,53 juta ton pada Maret 2017.
Sedangkan produksi Maret 2017 mencapai 2,92 juta ton atau naik dari Februari 2017 yang tercatat 2,63 juta ton. Sementara konsumsi domestik pada Februari 2017 sebesar 904.000 ton atau naik menjadi 921.000 ton pada Maret 2017.
Stok akhir pada Maret 2017 sebesar 1,39 juta ton, semakin tergerus dari stok akhir Februari 2017 yang mencapai 1,93 juta ton. (NEDELYA RAMADHANI/m)








