BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mendukung pergerakan tim pembina, penertiban, dan penutupan lokalisasi di tiga tempat yang tersebar di wilayah tersebut.

Menurut Bupati Kotim Supian Hadi, agar penutupan lokalisasi segera ditindaklanjuti oleh tim dan dapat bekerjasama dengan baik bersama seluruh stake holders dan kelompok yang telah dibentuk menjadi tim penutupannya.

"Dengan mengutamakan penyadaran terhadap PSK untuk tidak melakukan kegiatan prostitusi," kata Supian Hadi saat membuka rapat koordinasi membahas kegiatan penutupan lokalisasi dan pemulangan PSK serta sosialisasi temu stake holders dan tim pembina penertiban dan penutupan di Kabupaten Kotim, Rabu (17/5/2107).

Menurut Supian, Kotim merupakan salah satu kabupaten yang menjadi tujuan masyarakat luar daerah untuk mencari pekerjaan. Sehingga memiliki heteregonitas penduduk yang beragam. Untuk itu, perlunya peran serta masyarakat dalam mendukung penutupan dan pasca ditutupnya lokalisasi.

"Saya meminta agar seluruh lapisan masyarakat membantu pemerintah dalam melakukan pengawasan di sekitar lingkungan setelah dilakukan penutupan lokalisasi. Banyak tempat prostitusi yang terselubung, mari bekerjasama untuk kita berantas, pemerintah perlu dukungan bukan hanya dari seluruh stake holders,"pesan Supian Hadi.

Di Kotim terdapat tiga lokalisasi resmi yang rencananya akan ditutup, yakni di Desa Mekar Jaya Kecamatan Parenggean, Desa Tangar Kecamatan Mentaya Hulu dan Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dengan jumlah 274 PSK. (NOOR ANNISA/B-5)