BORNEONEWS, Sampit - Mahasiswa baru Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Sampit, langsung mendapatkan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal tersebut merupakan salah satu bentuk kerjasama STKIP dengan BPJS.
“Semua mahasiswa baru yang belum menjadi peserta BPJS Kesehatan langsung kami daftarkan," kata Kepala STKIP Muhammadiyah Sampit, Apuanur, Rabu (17/5/2017).
Pihak STKIP tidak ingin mahasiswa kesulitan saat sakit. Sehingga dengan menjadi peserta BPJS, beban mahasiswa bisa lebih ringan terutama dari segi pembiayaan pengobatan.
“Program JKN ini sangat membantu, terutama dalam segi biaya. Kita bisa mendapatkannya secara gratis. Seperti halnya melahirkan, kalau biaya sendiri maka membutuhkan jutaan rupiah," kata Apuanur.
Nantinya para mahasiswa baru tersebut akan didaftarkan ke JKN klas III. Tetapi mereka bisa memilih didaftarkan klas I, tergantung kemauan individu masing-masing.
“Sementara untuk mahasiswa baru dulu. Untuk mahasiswa lama masih kita pikirkan mekanismenya,” kata Apuanur.
Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Sampit Atulyadi mengatakan, kerjasama dengan STKIP Muhammadiah Sampit ini merupakan yang pertama kali dilakukan untuk perguruan tinggi.
“Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh bagi perguruan tinggi lainnya yang ada di Kotim,” harap Atulyadi. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








