BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Suka Duka Umat Hindu Kota Palangka Raya, Mujiono, mengatakan biaya untuk menggelar upacara kremasi atau ritual kematian mengubah dari jenazah menjadi abu jenazah tidak begitu besar.
Ia menyebut, besaran biaya diperkirakan Rp5 juta sampai dengan Rp7 juta. Namun biaya itu tidak semata dibebankan kepada pihak keluarga. Sebab umat Hindu di Palangka Raya juga memiki sebuah organisasi bernama Suka dan Duka.
“Kira-kira sekitar Rp5 juta sampai Rp7 juta. Tetapi keluarga almarhum mengeluarkan sedikit karena kita ada sebuah organisasi Suka dan Duka. Jadi ketika ada yang berduka kita saling membantu,” kata Mujiono, Rabu (17/5/2017).
Dengan biaya yang tidak begitu besar, Mujiono menilai umat Hindu bisa melakukan upacara serupa. Seperti saat digelar upacara kremasi dengan almarhum bernama Suratmi, warga Jalan Kini Balu, Komplek Pura di kawasan Pura Penataran Agung Dalem Prajapati, Jalan Tjilik Riwut, Km 2,5 Palangka Raya.
“Untuk 2017 ini sudah ada tiga jenazah yang dilakukan proses upacara kremasi,” kata Mujiono. (BUDI YULIANTO/B-3)
Ia menyebut, besaran biaya diperkirakan Rp5 juta sampai dengan Rp7 juta. Namun biaya itu tidak semata dibebankan kepada pihak keluarga. Sebab umat Hindu di Palangka Raya juga memiki sebuah organisasi bernama Suka dan Duka.
“Kira-kira sekitar Rp5 juta sampai Rp7 juta. Tetapi keluarga almarhum mengeluarkan sedikit karena kita ada sebuah organisasi Suka dan Duka. Jadi ketika ada yang berduka kita saling membantu,” kata Mujiono, Rabu (17/5/2017).
Dengan biaya yang tidak begitu besar, Mujiono menilai umat Hindu bisa melakukan upacara serupa. Seperti saat digelar upacara kremasi dengan almarhum bernama Suratmi, warga Jalan Kini Balu, Komplek Pura di kawasan Pura Penataran Agung Dalem Prajapati, Jalan Tjilik Riwut, Km 2,5 Palangka Raya.
“Untuk 2017 ini sudah ada tiga jenazah yang dilakukan proses upacara kremasi,” kata Mujiono. (BUDI YULIANTO/B-3)








