BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebanyak 19 desa di lima kecamatan, Kabupaten Kotawaringin Barat menerima bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Kotawaringin Barat melalui anggaran APBN, Kamis (17/5/2017).
Bantuan alat dan mesin prapanen yang diserahkan kepada kelompok tani tersebut berupa traktor roda sebanyak 14 unit, pompa air 3 inci sebanyak 10 unit, pompa air 4 inci 5 unit, cultivator 4 unit dan hand sprayer sebanyak 50 unit diserahkan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, hortikultura dan perkebunan yang didampingi oleh Sekda Kobar Masradin dan Ketua Komisi B DPRD Kotawaringin Barat.
Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Kamaludin, penyerahan alsintan kepada petani sejalan dengan pesatnya perkembangan teknologi di bidang Alsintan sehingga permintaan alsintan oleh petani juga semakin meningkat. Sementara di sisi lain, harga alsintan pada umumnya belum terjangkau oleh petani.
Hal itulah yang mendorong pemerintah daerah untuk selalu berupaya memfasilitasi kebutuhan alat mesin pertanian kepada petani. "Dengan adanya bantuan tersebut maka petani lebih giat dan bersemangat dalam berusaha untuk peningkatan tanaman pangan di Kabupaten Kobar," ujar Kamaludin seusai penyerahan bantuan alsintan di halaman Dinas Tanaman Pangan, Hortikuktura dan Perkebunan.
Ia juga menjelaskan, bantuan tersebut untuk menyiasati kelangkaan tenaga kerja pada sektor pertanian tanaman pangan sehingga dalam pemanfaatannya alsintan dapat mempersingkat waktu pengolahan tanah, mempercepat penanaman sehingga ada keserempakan waktu tanam maupun waktu panen.
"Bantuan alat mesin pertanian ini terutama ditujukan untuk mendukung upaya peningkatan produksi tanaman pangan dan hortikultura," cetus dia.
Di tempat yang sama, Sekda Kotawaringin Barat, Masradin mengatakan, pada tahun 2017 ini prioritas pembangunan pertanian masih fokus pada pencapaian tanaman pangan seperti padi, jagung dan kedelai.
Untuk mendukung pencapaian produksi tersebut maka direktorat jenderal prasarana dan sarana pertanian pada tahun 2017 mengadakan penajaman kegiatan yang diarahkan hanya untuk komoditas tanaman pangan khususnya padi, jagung dan kedelai.
"Manfaatkan alsintan tersebut untuk mengatasi kesulitan dalam pembukaan lahan tanpa bakar dan optimalkan bantuan alsintan untuk mengolah lahan secara serempak sehingga akan meminimalisasi gangguan organisme pengganggu tumbuhan," harap Masradin. (KOKO SULISTYO/B-2)








