BORNEONEWS, Palangka Raya – Harapan lama sekolah (HLS) penduduk Kalimantan Tengah pada 2016 masih berkisar  12,33 tahun. Indikator HLS ini mengartikan bahwa anak usia 7 tahun di provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai ini memiliki peluang untuk bersekolah selama 12,33 tahun.

“Harapan lama sekolah yang mencapai 12,33 tahun berarti bahwa anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk menamatkan pendidikan mereka hingga SMA,” tutur Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Hanif Yahya kepada Borneonews, Jumat (19/5/2017).

Kondisi itu, lanjutnya, meningkat 0,11 tahun jika dibandingkan dengan 2015. Pada 2015, Kalteng memiliki angka HLS sebesar 12,12 tahun.

Ia menyebutkan, selama periode 2010 hingga 2016, HLS Kalteng rata-rata tumbuh 1,79% per tahun. Meningkatnya HLS menjadi sinyal positif bahwa semakin banyak penduduk yang bersekolah.

Sementara itu, penduduk usia 25 tahun ke atas pada 2016 secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 8,13 tahun, atau meningkat 0,10 tahun bila dibandingkan dengan 2015. Artinya, hingga 2016 rata-rata penduduk Kalteng usia 25 tahun ke atas telah mengenyam pendidikan hingga kelas VII (SMP).

“Sementara itu, HLS 12,33 tahun pada indikator rata-rata lama sekolah (RLS) di Kalteng hanya 8,13 tahun (2016), meningkat dari 2015 lalu di angka 8,03 tahun,” tambahnya.

Angka RLS tumbuh 1,09% per tahun selama periode 2010 hingga 2016. Pertumbuhan yang positif ini merupakan modal penting bagi membangun kualitas manusia Kalteng yang lebih baik.

Hanif menjelaskan, indikator HLS dan RLS menjadi bagian dari dimensi yang membentuk IPM. “Dimensi pengetahuan pada IPM dibentuk oleh dua indikator, yaitu HLS dan RLS. Kedua indikator itu terus meningkat dari tahun ke tahun. Selama periode 2010 hingga 2016, HLS di Kalteng telah meningkat sebesar 1,24 tahun, sedangkan RLS meningkat 0,51 tahun,” sebutnya. (ROZIQIN/B-3)