BORNEONEWS, Sampit - Tira Tangka Balang (maju terus pantang mundur) merupakan motto Kabupaten Murung Raya, dengan semangat itu mereka menunjukkan karya Korong Pinang Hakuta Liang.
Itu ditampilkan saat karnaval budaya Isen Mulang, di Taman Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat (19/5/2017). Rombongan Murung Raya dipimpin oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Regita.
Korong Pinang merupakan nama dari kawasan lembah berbukit, pemukiman Suku Dayak Siang. Pada jaman dahulu kawasan itu sangat strategis dikelilingi pagar kayu ulin dengan ukuran besar sebagai benteng pertahanan dalam menjaga serangan musuh.
Pada penampilan itu, menceritakan sejarah kampung Korong Pinang Hakuta Liang yang dipadukan dengan gerak kinyah mandau, tasai, deder, dan tantulo sebagai rasa ungkapan untuk menjaga dan melestarikan kekayaan khasanah budaya suku Dayak Siang Murung Out Danum dan Bakumpai.
Kawasan Korong Pinang Hakuta Liang memiliki sektor kehutanan, pertambangan dan pariwisata budaya, semua berpotensi menunjang keberhasilan program pemerintah daerah maupun provinsi.
"Pada pawai budaya Isen Mulang ini Murung Raya menampilkan kekayaan alamnya serta kesenian dan budaya yang dikonsep dengan musik tradisional," kata Wilson, membacakan penampilan kontingen dari Murung Raya.
Penampilan itu merupakan bentuk wujud komitmen Murung Raya dalam pengelolaan potensi kekayaan alam dan keanekaragaman hayati, serta pelestarian kehidupan sosial budaya masyarakat dan tetap memegang teguh prinsip huma Betang. (NACO/m)








