BORNEONEWS, Sampit - Tidak kalah dengan penampilan Kabupaten lain, Pulang Pisau juga menampilkan kesenian, budaya ciri khas daerah mereka, salah satunya dengan menjunjung tinggi budaya daerah melalui simbol burung Enggang.

Burung Enggang merupakan burung kebanggan Kalteng sejak zaman dahulu. Bahkan Burung Enggang dihormati, dianggap sebagai tokoh pahlawan perang pangkalima burung.

"Oleh karena itu burung Enggang dijadikan sebagai simbol di setiap kabupaten, yang melambangkan kesetiaan dan kerukunan dalam persatuan dan kesatuan," kata Panitia Karnaval Wilson, saat menjelaskan arti dari penampilan Pulang Pisau.

Tidak hanya itu burung Enggang juga dianggap sebagai simbol pemersatu tidak membeda-bedakan satu dengan lain, dan selalu membawa pesan damai dimanapun, termasuk di Pulang Pisau.

Masyarakat di Pulang Pisau sangat heterogen terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras dan golongan yang berbeda-beda. Namun suku dayak di Pulang Pisau hidup rukun berdampingan dengan suku lain, agama Islam, Kaharingan, Hindu, Budha serta Kristen, hidup rukun saling hormat menghormati.

Serta selalu mengedepankan musyawarh dalam menyelesaikan persoalan yang ada sesuai dengan Gumi Handep Hapakat (Handal, Terdepan, Harmonis, Partisipatif dan Mupakat) dan senantiasa melestarikan budaya daerah yang ada karena rahmad bagi semesta alam. (NACO/m)