BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebanyak 40 siswa kelas 7, 8, dan 9 SMP Satu Atap (Satap) 1 Pangkalan Banteng di desa Kabun Agung, Kecamatan Pangkalan Banteng Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terpaksa akan menumpang belajar ke sekolah dasar sekolah ini. Pasalnya, tiga ruang kelas milik SMP Satap itu ludes dilalap si jago merah pada Minggu (21/5/2017) sekitar pukul 09.30 WIB.

"Untuk sementara ke depan para siswa akan menumpang di SD yang ada," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kobar, Aida Lailawati melalui sambungan telepon sore ini.

Selama menumpang, kata Aida, siswa SMP akan mengikuti proses belajar mengajar pada sore hari. Sehingga tidak mengganggu waktu belajar siswa SD. "Untuk jadwal belajarnya sore hari," katanya.

Sebelumnya, diduga karena konsleting listrik, tiga ruang kelas SMP Satap 1 Pangkalan Banteng di desa Kebun Agung terbakar. Seluruh bangunan ludes dilalap si jago merah. Hanya puing bangunan dan beberapa meja serta kursi yang bisa diselamatkn. Selebihnya bangunan sudah tidak bisa digunakan, atap gentingnya roboh dan bangunan yang terbuat dari kayu seperti kusen dan pintu ludes terbakar.

Diperkirakan atas kejadian itu, pihak sekolah mengalami kerugin sekitar Rp500 juta rupiah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena siswa sedang libur sekolh hari Minggu. (CECEP HERDI/B-5)