BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kepala SMP Negeri 1 Satu Atap (Satap) Pangkalan Banteng, Hadariansyah mengatakan pasca terbakarnya gedung sekolah Minggu (21/5/2017) pagi, harus dibangun ulang. Tiga ruang kelas dalam satu bangunan itu tidak bisa direnovasi lagi karena parahnya kerusakan yang ditimbulkan dari kebakaran yang menghanguskan seluruh bangunan sekolah.

"Itu dinding tembok bangunan juga sudah retak, kalau dipaksakan direnovasi malah takut membahayakan siswa dan guru nantinya karena bisa ambrol," kata Hadariansyah sore ini.

Ia menerangkan, seluruh bangunan sekolah yang dibangun tahun 2009 itu kini tinggal menyisakan puing-puong bangunan. Tembok dindingnya retak, atapnya ambrol, apalagi bangunan kelas yang terbuat dari kayu seperti atap pelapon, kusen jendela dan pintu hangus tinggal menjadi arang.

"Sudah saya laporkn kronologisndan foto-fotonya ke bidang SMP di Disduk. Bahkan tadi ibu Kadisnya juga memantau ke sini," akun" dia.

Ia berharap dalam anggaran perubahan tahun ini, pemerintah menganggarkan biaya untuk membuat gedung operasional baru SMP Satap. "Untuk sementara kami memiliki 44 siswa dari kelas 7, 8, dan 9. Kami tempatkam dulu untuk proses belajar di gedung SD. Jadwalnya sore hari," ucap Hadariansyah. (CECEP HERDI/B-8)