BORNEONEWS, Palangka Raya – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) kalimantan tengah (Kalteng) sangat menyayangkan dugaan penistaan agama islam, namun lebih penting dilakukan aparat kepolisian adalah menemukan, menangkap dan membuktikan dugaan perbuatan pelaku dengan akun atas nama Billy Mandolang (BM).

“Kita sayangkan peristiwa ini bisa terjadi karena persoalan agama itu sangat sensitif. Karena itu kita sangat sambut baik pengaduan KUI (Kesatuan Umat Islam) Kalteng dan dan HMI Palangka Raya yang cepat tanggap lakukan laporan,”

“Sehubungan dengan aduan laporan tersebut, NU berharap kiranya pihak kepolisian memproses dan menemukan segera yang bersangkutan agar dapat diketahui dengan sesungguhnya apakah betul BM ini melakukan penistaan agama, atau akun medsos-nya digunakan orang lain. Semoga cepat ditemukan,” ungkap pengurus PWNU Kalteng, Katma F Dirun, Minggu (21/5/2017).

Katma juga menandaskan, lembaga NU tetap menyuarakan ‘Islam Nusantara’ yang selaras dengan konsep Islam Rahmatan lil ‘alamin, dan selaras juga dengan falsafah Huma Betang yang telah turun temurun di wariskan di masyarakat Kalteng ini.

“Karena itu NU Kalteng mengimbau semua masyarakat untuk selalu menjaga kerukunan antar umat beragama. Karena pada dasarnya manusia berasal dari yang satu, pada dasarnya manusua bersaudara dan sama-sama ciptaan Tuhan,”katanya.

Jauh lebih penting dalam hidup di tengah komunitas majemuk seperti ini, lanjut dia, adalah agar lebih dikedepankan persamaan. Adapun perbedaan adalah sesuatu kodrat Tuhan dan sunnatullah. “Islam sangat menghormati perbedaan itu. Semoga Kalteng sebagai bumi pancasila terjaga ketenangan dan kerukunan,” pungkasnya. (ROZIQIN/B-8)