BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ulah salah satu pembeli Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Lamandau Panjung depan Universitas Antakusuma Pangkalan Bun membuat pengusaha SPBU tersebut angkat bicara. Melalui sambungan telepon, salah satu pimpinan SPBU Lamandau Panjung berinisial BI mengatakan tidak ada pelangsir yang beraktivitas di SPBU yang dikelolanya. Adapun kejadian beberapa waktu lalu saat seorang pembeli mengisi BBM ke dalam jeriken di dalam mobil bak hitam terbuka itu jenis pertalite atau BBM non subsidi.
"Itu Pertalite mas. Kalau Pertalite boleh bebas berapa ratus literpun karena itu bukan BBM bersubsidi. Kita hanya menjual solar yang masih subsidi. Itupun karena Pertamina meminta kita menjual solar. Dua SPBU kita yang linnya sudah tidak jual solar lagi Mas," kata dia Minggu (21/5/2017) malam.
Ia menyebut, berita yang diterbitkan Borneonews beberapa waktu lalu yang menerangkan adanya pelangsir bebas mengisi BBM bersubsidi sendiri ke dalam jerigen tersebut keliru, karena yang diisikan oleh pembeli itu merupakan BBM jenis Pertalite dan itu sah-sah saja. "Pertalite boleh bebas. Tidak masalah," terangnya.
Ia menerangkan sejak ramainya pelangsir BBM Bersubsidi beberapa bulan lalu, pihaknya langsung mengajukan ke Pertamina untuk tidak menjual BBM bersubsidi lagi. Dua SPBU yang dikelolanya yakni di Kumai dan di Simpang Runtu yang dituruti Pertamina tidak menyediakan BBM Subsidi jenis solar dan premium. Sementara untuk SPBU depan Antakusuma masih menjual Solar karena diminta Pertamina untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan BBM Subsidi jenis solar. (CECEP HERDI/B-8)








