BORNEONEWS, Palangka Raya - Membunyikan petasan sudah hampir seperti tradisi di bulan Ramadan. Biasanya anak-anak bahlan remaja akan membunyikan petasan di sekitaran masjid pada jam salat tarawih. Ssaat para orang tua menjalankan salat, anak-anak malah berlarian dan menyalakan petasan.

Politisi PKB Kota Palangka Raya, Sugianor tidak ingin ini disebut tradisi. Menurutnya, membunyikan petasan di saat seharusnya orang beribadah sangat mengganggu.

"Bagi masyarakat para ramaja saya imbau agar jangan menggunakan petasan, ini bukan tradisi, hanya kebiasaan," tutur Sugianor kepada Borneonews, Minggu (21/5/2017).

Terlebih, lanjut Anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya ini, yang hulu ledaknya sangat kuat. Hal ini dapat menggganggu aktivitas ibadah. "Kepada aparat yang berwenang kita juga berharap agar selalu mengadakan operasi bagi penjual petesan ini," tambahnya. (TESTI PRISCILLA/B-8)