BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah ikan dan udang yang dipamerkan di Kalteng Quality Expo (KQE) jadi korban lantaran listrik yang sering padam. "Akibat listrik padam, barang hidup banyak mati, seperti ikan dan udang mati, hari ini kami mau menggantinya," kata seorang peserta lainnya dari salah satu Dinas Kelautan dan Perikanan, Senin (22/5/2017) pagi.
Mereka sendiri menyayangkan kondisi tersebut. Meski bisa mengganti ikan dan udang yang mati, tetap saja menjadi keluhan mereka. Sebab, untuk mengambil bibit baru mereka harus ke balai benih yang berlokasi cukup jauh.
"Padahal sejak awal kami sudah minta dengan panitia agar listrik diprioritaskan, karena khususnya untuk udang itu perlu listrik untuk menghidupkan Arasinya, sejam saja mati listrik udang mau mati," ucapnya.
Menurut pria ini, pengenalan produk udang mereka di pameran kali ini penting, mengingat baru kali pertama dikembangkan. Dengan pemeran ini, ia berharap masyarakat Kalteng bisa mengetahui kalau sudah ada bibit udang yang dikembangkan di Kotim sehingga tidak lagi mencari bibit udang sampai ke luar daerah.
"Namun bagaimana memamerkannya, kalau udang mati karena tidak ada oksigennya, akibat listrik mati, apalagi udang sangat rentan setiap 24 jam saja harus dibersihi," ujarnya.
Untuk mengatasi masalah itu mereka harus menggunakan baterai untuk menghidupkan Arasi yang dapat menciptakan oksigen dalam air tersebut. "Memang tidak semua ikan yang mati, tapi untuk jenis-jenis ikan yang lemah mati, nah sampai pagi ini saja listrik belum hidup-hidup bagaimana ikan tidak mati," keluhnya.
KQE sendiri tahun ini dilaksanakan di Kotim, dari 19-23 Mei 2017. Di mana untuk pameran produk unggulan itu pelaksanaannya mengambil tempat di kawasan Stadion 29 Nopember Sampit. (NACO/B-2)








