BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sirkulasi siklonik atau angin yang masuk ke daerah pusat tekanan rendah yang dikelilingi oleh wilayah-wilayah pusat tekanan tinggi kemudian berputar di daerah perairan barat Bengkulu, menjadi penyebab masih seringnya hujan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan sekitarnya.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pangkalan Bun Lukman Soleh menjelaskan, akibat sirkulasi siklonik, angin tersebut menuju suatu titik di perairan Barat Lampung, Sumatera Selatan hingga Kepulauan Riau. "Sehingga terdapat belokan angin Sumatera Barat,Riau, Jambi, Selat Karimata, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Selat Makasar dan papua Barat,"terang Lukman Soleh, Senin (22/5/2017).

Menurutnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan kondisi pertumbuhan awan di wilayah sekitarnya. "Kondisi tersebut memicu turunnya hujan intensitaas ringan dan sedang di Kabupaten Kobar dan sekitarnya. Kondisi cuaca ini diperkirakan akan terjadi sejak 22 hingga 28 Mei 2017," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-2)