BORNEONEWS, Sampit - Petugas genset di Kalteng Quality Expo yang diselenggarakan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur membantah ada kerusakan genset. Menurutnya, listrik padam akibat kurangnya pasokan bahan bakar minyak yang diberikan oleh event organizer (EO) dari PT Putra Rafi Kreasi.

Genset tersebut merupakan milik pihak ketiga yang disewa oleh EO, sedangkan untuk BBM yang menyediakan pihak EO langsung. "Sabtu (20/5/2017) padam lebih awal karena BBM yang diberikan kurang," kata salah seorang petugas genset, Senin (22/5/2017).

Akibatnya, sekitar pukul 21.00 WIB listrik sudah padam. "Waktu itu kami minta disediakan 18 jeriken, namun diberi cuma 13 jeriken, padahal yang kami minta (18 jeriken) itupun ngepres sudah sampai pukul 22.00 WIB, namun 18 jeriken tidak dipenuhi," kata petugas tersebut.

Sementara pada Minggu (21/5/2017) malam petugas meminta 17 jeriken dan dipenuhi. "Akan tetapi itupun dipaksa dulu, kalau kami tidak keras minta segitu mungkin tidak dikasih," ucapnya.

Padahal menurut petugas tersebut, jika ada sisa BBM mereka akan menyimpannya untuk malam berikutnya. "Mending lebih, kaya tadi malam, sisa satu jeriken ini ada saja BBM-nya tidak dipakai, keinginan kami seperti itu," ujar mereka.

Apalagi jika sesuai jadwal, listrik pukul 22.00 WIB sudah padam, namun antusias pengunjung masih ramai, untuk pasokan listrik tidak bisa diambil kebijakan sendiri. "Kami hanya petugas berapa dikasih BBM itu yang kami gunakan," cetusnya.

Listrik sendiri menurut mereka hanya mengandalkan genset, sementara dari PLN hanya untuk pelayanan penerangan secara umum saja ."Karena kalau pakai PLN bisa saja namun daerah lain harus dikorbankan, kalau ada daerah yang padam pasti masyarakat teriak, makanya ini tidak kerjasama dengan PLN," tukas petugas lainnya.(NACO/B-2)