BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini kualitas air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dharma Tirta Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai masih kurang baik karena tidak terlalu bersih. Hal itu terjadi akibat masih banyak angkutan besar yang melintasi jalan dalam kota.

"Kurang bersihnya air dari PDAM ini diakibatkan sering melintasnya truk bertonase besar di jalan dalam kota. Sehingga hal itu berakibat pada glbergetarnya pipa PDAM kami," ujar Direktur PDAM Sampit Firdaus Herman Ranggan, Senin (22/5/2017).

Dengan adanya getaran tersebut, maka pipa yang rata-rata berbahan besi dan berkarat itu akan rontok, dan akan bercampur dengan air yang mengalir. Hal itulah yang membuat air PDAM yang mengalir ke sejumlah tempat warga Sampit mengalami sedikit keruh.

"Pipa milik kita ini rata-rata berumur 20 tahun. Dengan itu, maka sedikit banyaknya tentu ada yang berkarat. Sehingga saat pipa begetar akibat jalan diatasnya dilintasi truk bertonase besar, maka karatnya akan gugur dan bercamur dengan air," kata Firdaus.

Selain membuat air tidak jernih, banyak angkutan berat yang melintas di jalan dalam kota juga sering berimbas pada kerusakannya pipa PDAM. Hal itupun sudah sering ditemui dan sangat merugikan pihaknya dan juga masyarakat sebagai pelanggan.

Karena, kalau kerusakan terjadi, maka tidak hanya satu wilayah saja tidak dapat dialiri air. Namun berimbas terhadap hampir seluruh pelanggan. Perbaikannyapun tidak cukup dalam sehari saja. Tetapi membutuhkan berhari-hari.

"Saya berharap agar hal ini bisa diperhatikan, dan para pengusaha juga jangan sampai truknya dimuati barang yang melebihi tonase delapan ton. Hal itu dilakukan agar menjaga pipa PDAM tidak rusak. Sehingga kebutuhan air untuk warga tetap bisa terealisasi," terang Firdaus. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)