BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pasangan Hj Nurhidayah dan Ahmadi Riansyah memulai kepemimpinan sebagai bupati dan wakil bupati Kotawaringin Barat saat menjelang Ramadan. Keduanya akan tancap gas saat momentum bulan suci umat Islam ini dengan menggelar operasi pasar dan pemberantasan narkoba.
“Dalam Program 100 Hari ini kita akan menggelar operasi pasar untuk menghadapi kenaikan harga-harga barang menjelang Ramadan. Kita sudah bincang-bincang dengan para distributor di Kotawaringin Barat ini. Kita akan segera mengambil langkah untuk membenahinya,” kata Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah kepada Borneonews, baru-baru ini.
Berdasarkan informasi yang ia peroleh dari sejumlah distributor barang kebutuhan pokok, penyebab kenaikan harga barang menjelang Ramadan ini lebih karena tersendatnya penanganan barang-barang yang masuk di pelabuhan, Saat jelang Ramadan, biasanya pasokan barang berlimpah.
“Keran untuk mengaliri barang-barang yang masuk ke Kotawaringin Barat hanya ada satu, yakni pelabuhan di Sampit. Akhirnya barang-barang mengantre terlalu lama di Pelabuhan Sampit. Karena terlalu lama mengantre, jadi membutuhkan ongkos lebih besar untuk membayar para tenaga kerja di pelabuhan,” katanya.
Para distriburior ini meminta kepada pemerintah daerah untuk mengambil langkah mengatasi masalah ini. “Terutama dengan PT Pelindo, agar keran untuk mengeluarkan barang dari pelabuhan ini dipermudah. Karena ini untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk siapa-siapa. Dengan begitu kita bisa menekan harga,” jelas Hj Nurhidayah.
Selain membenani masalah pasokan barang melalui pelabuhan, pemimpin baru Kotawaringin Barat ini juga akan memanfaatkan momentum Ramadan untuk memerangi peredaran narkoba yang semakin marak di wilayah ini.
“Pak Gubernur meminta semua pemimpin daerah untuk berpartisipasi aktif memberantas peredaran narkoba, Jadi akan kita padupadankan dengan semua stakeholder yang ada. Jadi pembenahan masalah narkoba ini bukan sekadar basa-basi. Betul-betul akan kita wujudkan untuk mengamankan masa depan genarasi kita,” ungkap Hj Nurhidayah.
Dari perbincangan Borneonews dengan bupati Kotawaringin Barat ini, terungkap bahwa ada empat agenda besar dalam Program 100 Hari ini, yakni menanngani lahan pertanian di Desa Sebuai, gerakan menanam pohon, operasi pasar, dan pemberantasan narkoba.
“Sebelum memulai Program 100 Hari ini, saya akan mengelar rapat koordinasi dan konsolidasi dengan tim internal, berbicara dengan para tokoh masyarakat, dan tentu juga dengan Forum Komunikasi Pemimpin Daerah Kotawaringin Barat. Meski dikatakan sebagai Program 100 hari, namun kita tetap ingin program ini berlangsung seterusnya. Namun akan kita coba wujudkan hasilnya dalam 100 hari ini,” jelas Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah.
Seperti diketahui, pasangan Nurhidayah-Ahmadi Riansyah sudah resmi memimpin Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) untuk lima tahun ke depan, setelah Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran atas nama Presiden RI, melantik pasangan ini di Istana Isen Mulang (IIM) Palangka Raya, Senin (22/5/2017). (EDIYA MORALIA)








