BORNEONEWS, Sampit - Pembangunan smelter bauksit di wilayah Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih terkendala status kawasan yang sampai saat ini belum tuntas.
"Tinggal menyelesaikan masalah kawasan saja, kalau kawasan sudah beres, pembangunannya cepat saja, tergantung investornya kalau mereka mau cepat segera urus di Kementerian di pusat," kata Plt Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Ermal Subhan, dibincangi di Sampit, Selasa (23/5/2017).
Menurut Ermal, perusahaan pembangunan smelter di Cempaga itu PT Kotawaringan Raya Alumia. "Kalau Kementerian sudah mengeluarkan izin pinjam pakai selesai, kapan selesai itu yang kami belum bisa pastikan karena itu keputusannya di pusat," katanya.
Jika izin kawasan selesai, menurut Ermal, tinggal menunggu pembangunannya saja, sehingga dengan pembangunan itu usaha pertambangan bauksit di Kotim tidak lagi berketergantungan dengan daerah lain.
Karena saat ini kegiatan pertambangan yang jalan mengandalkan smelter yang ada di Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. "Kita juga berharap cepat semuanya, karena PAD kita di situ," ujarnya.
Selain masalah pinjam pakai, masalah lain terkait pembebasan lahan, menurut Ermal, masih ada beberapa kawasan yang bermasalah, mengingat ada tumpang tindih ganti rugi. "Namun, itu masih dalam tahap penyelesaian," katanya.
"Sementara untuk kegiatan tambang lain, seperti batu bara di Kotim ada tiga yang sampai saat ini sudah jalan," pungkasnya. (NACO/B-5)
Pembangunan Smelter Bauksit Masih Terkendala Pinjam Pakai Kawasan
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
DLH Kotim Perjuangkan Pembangunan Laboratorium Lingkungan untuk Dongkrak PAD
Bupati Kotim Ajak Perbanyak Doa Minta Hujan saat Karhutla Belum Reda
Penjual Nanas Dialihkan ke Lingkar Utara setelah Jalan Ujung Landasan Bandara H Asan Sampit Ditutup
Pembenahan Dermaga Inhutani Terkendala Aset, Dishub Kotim Rencanakan Bangun Halte Sungai Sampit-Seranau
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Warga Mulai Beradaptasi dengan Jalur Baru Setelah Jalan Tjilik Riwut Ujung Bandara Haji Asan Ditutup Permanen
Komentar (0)
Memuat komentar…







