BORNEONEWS, Pangkalan Bun -Isi ulang elpiji tiga kilogram langka di Kabupaten Kotawaringin Barat. Namun, Sales Executive LPG Kalimantan Tengah, Aria Aditya, membantah adanya upaya penimbunan dari oknum.

Ia menjelaskan, kekosongan gas hanpir sepekan ini karena ada masalah dalam transportasi dari Sampit ke Pangkalan Bun. "Armada transportir dari Sampit ke SPBE Atira rusak. Akibatnya, Kamis pekan lalu penyaluran yang menggunakan truk terkendala," kata dia, Selasa (23/5/2017).

Akibatnya, SPBE Atira yang melayani penyaluran elpiji melon di wilayah Pangkalan Bun stoknya tidak mencukupi untuk kebutuhan pasar.

Kebutuhan elpiji tiga kilogram, jelas dia, untuk wilayah Pangkalan Bun Kabupaten Kobar pada bulan Mei 2017 sebesar 95.200 tabung. Sehingga rata-rata alokasi per hari adalah 3.526 tabung.

"Pihak transportir sudah memperbaiki kendaraan sehingga pengiriman sudah kembali normal. Hari ini dan besok kami akan salurkan seluruh Loading Order (LO) yang gantung atau outstanding sehingga dengan begitu kondisi stok isi ulang elpiji tiga kilogram di Pangkalan Bun akan normal kembali," terang dia.

Sebelumnya, hampir sepekan lamanya warga Kobar khususnya Kota Pangkalan Bun kesulitan membeli isi ulang gas elpiji 3 kg. Setoknya di agen dan di warung-warung biasa kosong.

Beberapa warga menganggap ada indikasi dugaan penimbunan jelang Ramadan. "Harga-harga sudah menjadi trennya naik kalau menghadapi Ramadan. Wajar kalau kami berpikiran itu ada dugaan ditimbun," Catur, warga Pangkalan Bun. (CECEP HERDI/B-2)