BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Siapa saja bisa melakukan pertolongan dasar bagi orang saat terkena serangan jantung. Setiap menit sangat berharga bagi korban. Instruktur Basic Life Suport (BLS) Ade Cahyo Fajarianto mengungkapkan, kasus kematian karena serangan jantung dan stroke begitu tinggi. Padahal, dengan pertolongan dasar, nyawa mereka bisa tertolong.
"Time saving is life saving, siapapun bisa memberikan pertolongan bagi orang saat terkena serangan jantung," ujar Ade kepada Borneonews, Selasa (23/5/2017).
Selama ini, seseorang yang mendadak jatuh dengan kondisi tidak bernapas bukan berarti sudah meninggal. Ada pula yang tubuhnya sudah membiru dan dingin. Itu adalah fase mati suri lamanya 5–10 menit setelah kejadian.
Jika dalam jangka waktu itu ditolong dengan BLS, seseorang bisa hidup lagi. Supaya benar-benar mempraktikkan cara pertolongan yang benar, ia menggunakan alat peraga berupa boneka manekin saat memberikan pelatihan. "Pijatan 2–3 menit awal memberikan peluang 50 persen hidup kembali," ucapnya.
Dia mengungkapkan, pijat yang dimaksud adalah 30 kali tekanan kuat di tengah tulang dada. Setelah 30 kali pijatan, korban diberi dua kali pernapasan buatan. "Usahakan selama pemijatan, kaki korban diangkat lebih tinggi dari dada," terangnya.
Ia menjelaskan lama pemijatan untuk BLS tidak terbatas. Tujuannya, sampai korban bernapas lagi. Di luar negeri, ada yang melakukan pijat jantung sampai sembilan jam. Tindakan itu bisa dilakukan untuk semua penyakit yang mengakibatkan korban tidak bernapas. "Misalnya, serangan jantung, stroke, alergi berat, tersedak, tenggelam, dan tersengat listrik."
Pria yang juga bekerja sebagai menejer keperawatan di salah satu rumah sakit di Surabaya itu menyebutkan, tidak perlu ragu menolong korban. Sebab, setiap menit keterlambatan, kesempatan berhasil bisa turun 10 persen.
"Terlambat 10 menit, habis kesempatan untuk menyelamatkan. Jika 30 menit, sayonara. Makanya, kalau lihat ada yang kritis, tidak perlu pikir panjang. Langsung pijat saja," tegasnya.
Selain itu, selama memberikan pertolongan, sebaiknya tetap menghubungi ambulans. Bisa juga memanfaatkan automatic external defibrillator (AED). Yakni, alat kejut jantung yang biasanya tersedia di lokasi publik seperti bandara. Peranti itu bisa bersuara dan tinggal mengikuti arahan pemakaiannya.(FAHRUDDIN FITRIYA/B-8)
Pertolongan Serangan Jantung bisa Dilakukan Siapa Saja
Redaksi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Fredy Setiawan Raih Perak Para Bulu Tangkis, Akui Kurang Puas
Kholidin/Noviera Melaju ke Final para Panahan Asian Para Games 2026
Gempa Tibet Tewaskan 16 Orang, 54 Lainnya Terluka
DPRD Kotim Dorong Anggaran Rp3,3 M untuk Laboratorium Lingkungan demi Optimalkan PAD
Leli/Osrita Raih Perunggu para Tenis Meja Ganda Putri WD10
Karhutla di Belakang SMKN 3 Kuala Kapuas Merembet ke Bangunan Warga
Komentar (0)
Memuat komentar…







