BORNEONEWS, Kuala Kurun - Harga karet di Kabupaten Gunung Mas sedang anjlok. Saat ini harganya hanya Rp5.000 per kilogram. Para petani karet pun mulai kelimpung. Pasalnya, besar kecil penghasilan mereka bergantung pada harga jual karet. Meski begitu mereka tidak bisa berbuat banyak selain berharap harga karet segera membaik. 

"Memang dengan harga karet yang sangat murah seperti saat ini menyebabkan penghasilan kami menurun drastis," kata Wani (34 tahun), petani di Kuala Kurun, kepada Borneonews, Selasa (23/5/2017).

Wani berharap, anjloknya harga karet tidak berlangsung lama dan bisa kembali normal yakni seharga Rp10 ribu per kilogram. "Bila memungkinkan harga beli karet bisa tembus Rp13 ribu sampai Rp15 ribu per kilogram," harap dia.

Petani karet di Kuala Kurun lainnya, Jagau, menuturkan dengan harga karet yang masih anjlok perekonomian petani semakin sulit. Terlebih, saat ini harga berbagai kebutuhan pokok cukup mahal. Hal itu menyebabkan petani karet di Kabupaten Gunung Mas semakin menjerit.

"Diharapkan pemerintah bisa mencarikan solusi agar harga karet kembali membaik," tutur dia. (EPRA SENTOSA/B-3)