BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah perangkat desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang terdaftar di Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, sudah mendapatkan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
"Hanya beberapa yang sudah menerima. Sudah kami serahkan ke kepala desanya," kata Kepala Cabang BPJS Sampit Atulyadi, usai menyerahkan kartu JKN secara simbolis pada kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat di Desa Eka Bahurui, Selasa (23/5/2017).
Nantinya para perangkat desa yang belum menerima akan menyusul. Hal itu dikarenakan pendaftaran dilakukan secara bertahap.
Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kotim Redy Setiawan mengungkapkan, seluruh perangkat desa yang ada di Kotim akan didaftarkan ke BPJS Kesehatan.
"Semua perangkat desa kami daftarkan ke BPJS dengan menggunakan anggaran pendapatan belanja desa (APBDes)," ujar Redy.
Diharapkan nantinya bisa memberikan efek positif bagi mereka. Terutama saat berobat ke rumah sakit atau membeli obat. Kartu BPJS kesehatan itu nantinya akan diterima secara bertahap oleh perangkat desa non PNS. Setelah semua melakukan pembayaran maupun registrasi. Semua dananya akan dibayar dalam tiga bulan sekali.
"Kami sudah melakukan perjanjian dan akan dibayar tiga bulan sekali. Semua sudah disetujui BPJS," kata Redy.
Untuk saat ini yang didaftarkan ke BPJS Kesehatan antara lain seretaris desa, kaur-kaur, dan BPD. Namun dengan syarat non PNS. Sedangkan akan menyusul ketua RT dan RW pada 2018 mendatang. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








