BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan truk tangki BBM masuk kolam ikan di Desa Kupang Baru, Kecamatan Paku, Kabupaten Bartim, ternyata menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi pemilik kolam itu.
Pemilik kolam ikan itu adalah Supardi (52). Dia mengaku menderita kerugian Rp9 juta rupiah. Pasalnya, ikan nila yang diternaknya di kolam itu banyak yang hilang usai truk tangki BBM masuk ke sana.
"Pembatas parit jebol karena dihantam truk yang masuk kolam. Banyak ikan nila yang hilang ke parit," kata Supardi.
Dia mengatakan, di dalam kolam itu terdapat sekitar dua ribu ekor bibit ikan nila. Semuanya hilang usai insiden kecelakaan tunggal tersebut. "Kerugian bibitnya saja sudah sekitar Rp2 juta," katanya.
Belum lagi kerugian dari pakan ikannya yang setiap hari memerlukan sekitar empat kilogram. "Kerugian dari pakan ikan itu saja yang hilang sudah Rp3 juta," lanjutnya.
Dilanjutnya, ditambah lagi biaya perbaikan kolam yang jebol. Apalagi kolam miliknya itu yang sudah disiapkan untuk masa panen.
"Kolam itu sudah tercemar solar dari truk tangki. Kalau tidak dibersihkan ikan tidak bisa hidup di sana," kata Supardi. (AMAR ISWANI/B-11)








