BORNEONEWS, Kuala Kurun - Para petani di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mengharapkan solusi dari pemerintah untuk meningkatkan harga karet. Pasalnya, dengan harga karet yang seperti saat ini menyebabkan penghasilan petani karet menurun drastis.
"Harga karet saat ini hanya pada kisaran Rp5.000 per kilogram. Harga seperti itu sangat murah jika dibandingkan dengan biaya kebutuhan pokok di daerah ini," ujar Sian (45) salah seorang petani karet di Gumas, Rabu (24/5/2017).
Menurut Sian, pada Maret 2017 harga karet sempat menembus angka Rp10.000 sampai Rp11.000 per kilogram. Namun, bulan ini harga karet turun drastis. Dengan kenyataan itu, para petani karet di Gumas semakin menjerit lantaran pendapatan yang turun signifikan.
"Tentu kami sangat berharap harga karet cepat membaik. Karena cukup banyak masyarakat di Gunung Mas yang berusaha menyadap karet," ucap dia.
Petani lainnya, Sinta menuturkan, harga karet yang murah membawa dampak kurang baik untuk masyarakat. Untuk itu diminta pemerintah bisa mencari cara agar harga karet bisa seperti sebelumnya. "Kami karapkan harga karet dalam waktu dekat, bisa tembus di atas angka Rp10.000," harapnya. (EPRA SENTOSA/B-2)
Petani Karet Menanti Solusi dari Pemerintah
Redaksi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Komentar (0)
Memuat komentar…







