BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) telah membawa Kabupaten Kapuas meraih nilai terbaik se-Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Penerapan Sakip terus dipertahankan tahun 2017 ini. Untuk bisa menerapkan dengan sempurna, perlu kerja sama semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara keroyokan dan tidak bisa jika hanya menuruti ego sektoral tiap OPD.

Demikian disampaikan Asisten III Bidang Pemerintahan, Sekretariat Daerah (Setda) Kapuas Vitrianson saat ditemui Borneonews di kantornya, Rabu (24/5/2017). "Tahun 2017 ini kita mendapat predikat nilai B dengan poin 60,88 dan Kapuas satu-satunya kabupaten di Kalteng yang meraih itu," kata dia.

Ia melanjutkan Kabupaten Kapuas berhasil mewujudkan budaya kinerja birokrasi dan penyelenggaraan pemerintahan yang berorientasi pada penggunaan anggaran. "Sekarang ini permasalahannya, ada salah satu OPD yang kerjanya punya keterkaitan dengan OPD lain, namun tidak perna ada koordinasi, padahal suksesnya penyelenggaraan suatu kegiatan itu kalau didukung dengan kerja sama antar OPD, misalnya pengembangan pariwisata bukan hanya satu dinas tapi melibatkan yang lain," terang dia.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kapuas ini meminta agar OPD jangan menonjolkan ego sektoralnya. Untuk mencapai kesuksesan suatu program kerja yang berkesinambungan, maka pihaknya akan mengundang seluruh OPD untuk menyamakan persepsi.

"Kami akan memperbaiki akuntabilitas setiap OPD sehingga nantinya penyusunan Sakip akan lebih mudah. Selama ini, masalah klasiknya tidak saling terintegrasi. Sehingga perlu persamaan persepsi antar OPD satu dengan yang lain," pungkas dia. (DJIMMY NAPOLEON/B-8)