BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Boustead Plantations Bhd membukukan kenaikan laba bersih 2,5% menjadi RM43,68 juta (Rp135,2 miliar) pada kuartal I-2017 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan tersebut didukung oleh menguatnya harga minyak sawit mentah (CPO) dan meningkatnya produksi minyak sawit, demikian penjelasan Boustead Plantations dalam keterangan tertulis yang dikutip The Star, Selasa (23/5/2017).
Selama periode tiga bulan pertama tahun ini, pendapatan perusahaan meningkat 38% menjadi RM189,02 juta (Rp585,2 miliar).
Adapun harga jual rata-rata CPO pada kuartal I-2017 adalah RM3.166 per ton, naik 40% dari kuartal sebelumnya, sedangkan harga rata-rata kernel sawit naik 68% menjadi RM3.204 per ton.
Di sisi lain, produksi tandan buah segar sawit meningkat 13% menjadi 209.526 ton, seiring dengan pulihnya produksi dari dampak El Nino.
Sebelumnya, Boustead Plantations melaporkan laba sebelum pajak untuk tahun fiskal yang berakhir 31 Desember 2016 menjadi RM276 juta (Rp829,7 miliar) dibandingkan RM95 juta (Rp285,5 miliar) pada 2015.
Untuk pendapatan meningkat menjadi RM708 juta, dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar RM615 juta, kata Wakil Presiden Boustead Plantations Tan Sri Lodin Wok Kamaruddin.
Pada kesempatan itu, Lodin memperkirakan harga minyak sawit mentah (CPO) akan diperdagangkan antara level RM2.600 per ton hingga RM3.000 per ton tahun ini, setelah menyentuh harga rata-rata RM2.600 per ton tahun lalu.
Menurut dia, di antara faktor-faktor yang mendukung penguatan harga CPO adalah penerapan program biodiesel di Indonesia, melemahnya ringgit dan menguatnya harga minyak mentah dunia.
Boustead Plantations telah mengalokasikan biaya modal sebesar RM58 juta tahun ini, dengan sebagian besar dana itu untuk program replanting atau peremajaan tanaman sawit. (NEDELYA RAMADHANI/m)








