BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak tiga buah rumah di Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terbakar. Kerugian yang dialamipun mencapai Rp120 juta.
Rumah itu milik Nafsi (53), Duyun (45), dan Sahrul (53). Di mana kebakaran tersebut terjadi pada Selasa (23/5/2017) sekitar pukul 14.30 WIB. Seluruh bangunan ludes dilahap si jago merah.
"Harta benda korban ikut terbakar, bahkan dua buah motor milik korban juga ludes terbakar," ujar Kapolsek Sungai Sampit Iptu Masriwiyono, Rabu (24/5/2017).
Belum diketahui persis penyebab kebakaran tersebut, namun diduga kuat akibat hubungan arus pendek. Karena api bermula dari bagian depan rumah milik Nafsi, yang juga ada meteran listrik.
Sementara, kejadian kebakaran yang terjadi membuat sempat membuat warga sekitar kalang kabut dan berhamburan lari leluar rumahnya. Hal itu dikarenakan kobaran api cukup besar. Apalagi minimnya peralatan yang digunakan untuk memadamkan juga menjadi salah satu tidak bisanya api dipadamkan dengan cepat.
Kebakaran itu sendiri berawal saat Ketua RT bernama Khafi baru saja keluar dari rumahnya untuk pergi kerumah seorang tetangganya karena ada keperluan. Baru saja keluar rumah, tiba-tiba melihat adanya kepulan asap dirumah korban bernama Nafsi.
Kepulan asap ini terlihat dibagian Depan rumah miliknya, tepatnya di bagian meteran Litrik. Setelah didekati api semakin besar dan rumah yang terbuat dari bangunan kayu langsung dengan cepat terbakar dan menjalar ke beberapa bagian bangunan lainnya.
Saat kejadian rumah korban dalam keadaan kosong dan tidak ada satupung penghuninya. Mengingat saat kejadian sekitar pukul 14.15 WIB korban masih berada dikebun. Ia bersama warga langsung berusaha memberikan pertolongan dengan menyiramkan air dengan menggunakan peralatan seadanya, namun tidak berhasil. Justru api semakin besar karena angin yang bertiup cukup kencang. Hingga sekitar 2 jam lebih barulah api padam. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








