BORNEONEWS, Muara Teweh – Berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar Polres Barito Utara dalam rangka persiapan Operasi Ramadniya Telabang 2017, Rabu (24/5/2017), disepakati bahwa Ritual Wara akan ditiadakan selama Ramadan.

Menurut Kapolres Barito Utara AKBP Tato Pamungkas Suyono, hal itu sudah berdasarkan persetujuan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Jonio Suharto.

“Saya mengapresiasi keharmonisan antarumat beragama di Kabupaten Barito Utara yang dapat terjalin dengan baik. Di mana semua agama bersatu menjaga keutuhan dan ketertiban di Kabupaten Barito Utara dengan saling menghormati,” ungkapnya.

Demikian pula dengan umat Kristiani, Ketua GKE Muara Teweh menyerukan kepada seluruh umat Nasrani agar menghormati pelaksaaaan ibadah Ramadan.

Dikatakannya pula, bahwa dalam Operasi Ramadniya Telabang 2017 juga akan digelar penertiban petasan, minuman keras, serta lainnya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan ormas Islam agar mengimbau masyararakat supaya tidak mengganggu ibadah. Seperti membunyikan petasan pada saat tarawih maupun ibadah lainnya,” kata Kapolres.

Mengenai penutupan lokalisasi, katanya, Polres Barito Utara masih menunggu kebijakan dari pemkab. “Apapun kebijakan pemerintah, kami siap mendukung dengan mengerahkan personel,” pungkasnya. (RAMADHANI/B-3)