BORNEONEWS, Pulang Pisau - Meski cuaca dianggap netral dan normal, namun potensi meningkatnya hotspot menjadi hal yang tetap diwaspadai Pemkab Pulang Pisau pada musim kemarau tahun ini.
"Memasuki bulan juni tahun 2017 Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan memperkirakan kondisi cuaca dan iklim berada dalam kondisi netral, namun potensi ancaman kondisi cuaca lokal dan meningkatnya hotspot patut diwaspadai karena memicu kebakaran hutan dan lahan," kata Bupati Pulang Pisau H Edy Pratowo, Rabu (24/5/2017).
Menyikapi kondisi tersebut Edy mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau (Pulpis) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan rencana kontigensi dan melaksanakan upaya pengurangan resiko bencana dengan membangun koordinasi kepada semua elemen penanggulangan bencana Kabupaten Pulang Pisau.
"Kita melaksanakan berupa gladi peralatan antar SKPD dan apel siaga karhutla yang kita laksanakan hari ini, dan upaya yang dilakukan untuk pencegahan untuk meminimalkan Hotspot yang ada," katanya.
Terkait hal tersebut Kepala BPBD Pulang Pisau Salahudin mengatakan bahwa posko-posko di kecamatan untuk selalu siaga untuk upaya tersebut.
Menurutnya banyak wilayah di Pulang Pisau yang berpotensi terjadinya peningkatan hotspot, dan menjadi prioritas yang ditentukan oleh pemerintah daerah.(JAMES DONNY/B-8)
Cuaca Netral Namun Hotspot Tetap Diwaspadai
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
LPDN Salurkan Bantuan untuk Korban Karhutla di Pulang Pisau
Distan Pulang Pisau Harapkan Bantuan Alsintan Dongkrak Produktivitas Padi
Wabup Pulang Pisau Minta Petani Tidak Menjual Bantuan Alsintan
Anggota DPR RI Andina Teresia Narang Salurkan Bantuan Alsintan di Pulang Pisau
KSAD Siap Kerahkan Kekuatan TNI untuk Percepat Penanganan Karhutla di Pulang Pisau
Kepala BNPB Sebut Titik Panas di Kalteng yang Terbanyak Nasional
Komentar (0)
Memuat komentar…







