BORNEONEWS, Puruk Cahu - Adanya aktivitas pasar di Jalan Temanggung Silam, Kota Puruk Cahu atau akrab disebut warga sekitar dengan Pasar Hungan membuat arus lalu lintas jalan di kawasan tersebut terganggu. Pasalnya, jumlah kendaraan yang lalu-lalang tidak seimbang dengan lebar jalan yang ada. Apalagi karena sepeda motor juga diparkir di pinggir jalan.
"Sebenarnya ini sudah lama jadi keluhan warga, tapi ya mau apalagi letak pasarnya sudah terlanjur dibuat di jalan ini," ungkap Yayan, warga Kota Puruk Cahu, Kamis (25/5/2017).
Yayan mengatakan kawasan pemukiman yang dicampur dengan aktivitas pasar tentu akan menjadi problematik tersendiri, seperti kemacetan lalu lintas dari pagi sampai siang maupun bau yang tidak sedap akibat aktivitas dari pasar tersebut.
Apalagi bila kendaraan bertonase besar, misalnya truk lewat di jalan tersebut, tentu akan menambah panjang antrian kendaraan bermotor. Sebab jalan tidak bisa digunakan dua jalur karena badan jalan ditutupi oleh badan truk yang lewat, ditambah adanya motor yang diparkir.
Tidak hanya badan jalan yang kecil, kurangnya kesadaran warga untuk memarkirkan kendaraannya ketika berbelanja di pasar tersebut juga menjadi salah satu masalah sehingga semakin menyempitkan badan jalan yang semula tidak begitu lebar.
Lokasi pasar yang juga berada di kawasan perumahan penduduk juga dinilai menjadi penyebab utama semakin sulitnya menata kawasan tersebut agar lebih rapih dan hal ini menjadi keluhan tersendiri bagi masyarakat yang melewati daerah tersebut. (SUPRI ADI/N).








