BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Aksi simpatik masyarakat dalam kegiatan penanaman berbagai bibit pohon endemik dan gotong royong membersihkan kawasan rumah Betang, Lamantuha Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, dipimpin langsung Bupati Kobar, Hj Nurhidayah.

Selain bupati, Ketua DPD Golkar Kalimantan Tengah, HM Ruslan AS yang juga suami Nurhidayah, juga secara simbolis menanam pohon tepat di kanan-kiri gerbang masuk kawasan rumah Betang.

Kepala Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Tamel O mengatakan kegiatan penanaman pohon juga diiringi gotong-royong membersihkan kawasan rumah Betang.

Kegiatan memang terbilang sederhana, tapi membawa manfaat yang besar terutama bagi kebersihan dan keindahan rumah Betang, salah satu destinasi wisata.

Dia juga mengatakan, pohon-pohon yang ditanam adalah merupakan pohon endemik yang dapat bertahan hidup cukup lama seperti pohon buah duku, langsat dan durian.

"Pohon-pohon ini mampu bertahan lama dan dapat menjadi kenangan bagi anak cucu nanti," cetus Tamel.

Sementara itu, Bupati Kotawaringin Barat, Hj. Nurhidayah menegaskan gerakan menanam pohon merupakan salah satu program yang akan dilaksanakannya sesuai dengan visi misinya.

Hal ini sudah dilakukan jauh sebelum pasangan Nurani (Nurhidayah - Ahmadi Riansyah) dilantik sebagai bupati dan wakil bupati Kobar yaitu dengan melakukan penanaman pohon ulin di eks tpa translik Desa Pasir Panjang.

Walau begitu bupati meminta agar dalam kegiatan-kegiatan serupa dapat memilih jenis-jenis pohon endemik yang langka seperti pohon-pohon langka seperti ulin dan buah-buahan yang saat sudah tidak pernah terlihat lagi seperti buah idur dan linang.

Terkait dengan pariwisata Nurhidayah meminta sebagai desa wisata, Pasir Panjang harus dapat menonjolkan keunikan- keunikan yang menjadi ciri khasnya.

"Sementara ini di daerah lain yang sudah maju pariwisatany mereka menonjolkan sisi uniknya, hal inilah yang dicari oleh wisatawan mancanegara," ujar Nurhidayah.

Untuk memancing wisatawan yang datang, bisa saja di rumah betang pada waktu tertentu ditampilkan pagelaran budaya lokal. Namun hal ini juga perlu didukung oleh sarana rumah singgah. Bisa saja di nanti dibangun rumah singgah dengan konsep rumah-rumah pohon.

"Mewujudkan hal itu perlu ditunjang oleh peningkatan infrastruktur baik darat maupun sungai. Dan program tersebut akan disinkronkan dengan program pemerintah," pungkas Nurhidayah. (KOKO SULISTYO/B-11)