BORNEONEWS, Palangka Raya – Beberapa capaian telah direngkuh dalam setahun kepemimpinan Gubernur kalimantan tengah (Kalteng) Sugianto Sabran bersama Wakil Gubernur Habib Said Ismail. Mulai dari penertiban izin-izin perusahaan yang ilegal, optimalisasi pendapatan daerah, dan sebagainya.
“Gubernur akan menyelesaikan yang tidak dapat diselesaikan oleh pemimpin terdahulu,” tandas Gubernur Sugianto kepada Borneonews, Jumat (26/5/2017).
Salah satunya penyelesaian saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Tapak SUTET di wilayah Kotim ini sudah lebih dari enam tahun tidak terselesaikan. Gara-garanya, lintasan SUTET melewati perusahaan perkebunan dan mereka tidak mau tanah kebunnya ‘diinjak’ oleh tapak SUTET yang menuju ke Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Sugianto pun lantang dan bersikeras akan mempersoalkan perusahaan yang menghambat pembangunan listrik. Sebab jika tidak dilawan, masyarakat Kobar akan terus menjadi korban karena kekurangan daya listrik PLN karena saluran interkoneksi Kalselteng tersebut tidak masuk.
“Sutet ini sudah enam tahun tidak selesai, kita paksa harus 10 hari selesai. Jika tidak, perusahaan pasti menghadapi kesulitan. Yaitu, kita permasalahkan keluar masuknya angkutan sawit dan CPO yang menggunakan jalan negara dan provinsi. Sekarang selesai, dan sampai Kobar. Pimpinan harus pintar, cerdik, cerdas, dan nekat,” katanya.
Upaya berikutnya, yakni menargetkan agar keberadaan ribuan perusahaan tambang dan perkebunan bisa memberi andil pemasukan bagi Kalteng. Caranya, mengimplementasikan Perda Kalteng Nomor 6 Tahun 2000 tentang Sumbangan Pihak Ketiga.
“Perda ini dibuat pada era Gubernur Asmawi A Gani. Namun zaman Gubernur Teras Narang dua periode juga belum dilaksanakan. Nah kami akan melaksanakan Perda tersebut, yang belum dilakukan pimpinan terdahulu akan kami laksanakan, toh Perda tersebut belum pernah dicabut oleh Menteri Dalam Negeri,”
“Lebih baik kita perbaiki pendapatan daerah, perbaiki ekonomi masyarakat, dari CPO didapat bisa triliunan, dari BBM dapat triliunan, sudah ada Perdanya sejak dulu tinggal melaksanakan. Ini demi PAD dan APBD, habis waktu saya sampai tidak sempat cari jodoh,”candanya. (ROZIQIN/B-8)








