BORNEONEWS, Sampit - Berdasarkan data dari Dinas Pertanian, dalam setahun masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur membutuhkan 5.000 ekor sapi untuk dikonsumsi. "Iya kabupaten ini membutuhkan sekitar 5.000 ekor sapi setiap tahunnya," ujar Kepala Dinas Pertanian Kotim I Made Dikantara, Minggu (28/5/2017).

Menurut dia, tingginya kebutuhan daging tidak sebanding dengan ketersediaan sapi yang diternak di Kotim. Dinas Pertanian mencatat jumlah ternak sapi di Kotim hanya sekitar 500 ekor.

Dengan kenyataan itu, pedagang di Kotim terpaksa mendatangkan daging sapi dari luar daerah, seperti Surabaya, Nusa Tenggara, dan Kalimantan Selatan. Hal itu dilakukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pembeli.

"Hal itu juga membuat harga daging tidak normal dan cendrung tinggi. Karena pedagang harus mengeluarkan biaya lain untuk pengiriman. Belum lagi pasokan terhambat akibat cuaca buruk, dan juga hal lainnya," kata Made.

Sementara ini, sambung dia, jumlah sapi yang didatangkan pedagang untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Lebaran diperkirakan mencapai 1.000 ekor.

Dinas Pertanian, sambungnya, sudah berkoordinasi dengan pedagang dan pengelola tempat pemotongan sapi agar tidak menaikkan harga. Ia mengatakan, permintaan akan daging sapi biasanya meningkat sejak menjelang Ramadan hingga menjelang Lebaran. Untuk itu, ketersediaannya harus dijaga agar tidak sampai langka sehingga memicu kenaikan harga. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)