BORNEONEWS, Kuala Kapuas -Kerajinan getah nyatu di Kabupaten Kapuas mulai tren di era delapan puluhan. Kawasan bantaran sungai Das Kapuas, Desa Dahirang Kecamatan Kapuas Hilir sempat menjadi pusat kerajinan getah nyatu dan banyak warga menggeluti keranjinan ini.
Sayang, lambat laun kerajinan getah nyatu seakan menghilang. "Dulu kita sangat mudah mendapat bahan baku, tetapi sekarang semakin sulit dicari sehingga banyak yang berhenti," kata perajin getah nyatu, Hadi Suparno, Senin (29/5/2017).
Pemilik UD Erwin itu menyebut, kerajinan getah nyatu terancam punah karena sulitnya memperoleh bahan baku. Ia berharap ada perhatian dari pemerintah.
"Sekarang ini bisa dilihat,sebelumnya puluhan perajin getah nyatu sekarang tersisa dua perajin saja khususnya di Kelurahan Dahirang," ungkap perajin di kawasan perkampungan Dahirang Kecamatan Kapuas Hilir.
Perkampungan Dahirang merupakan sentra kerajinan tradisional Dayak. "Saya bukan warga asli Dayak, tetapi kerajinan ini saya geluti bertahun-tahun bersama istri yang merupakan warga asli Dayak. Kami membuka usaha ini karena cinta akan kerajinan getah nyatu. Sekarang saja untuk memproduksi satu buah kapal atau pun ornamen ciri khas Dayak sulit, karena keterbatasan bahan baku," bebernya. (DJIMMY NAPOLEON/B-2)
Kerajinan Getah Nyatu Terancam Punah
Redaksi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Kalteng Prioritas Penanganan Karhutla, BNPB: Bantuan Luar Negeri untuk Teknologi Pemadaman
Dua Kasus Lakalantas Terjadi saat Kabut Asap Tebal di Sampit, Dua Orang Tewas
16.387 Personel Karhutla di Kalteng Dapat Jaminan Layanan Kesehatan Gratis
Komentar (0)
Memuat komentar…







