BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pelaku usaha kelapa sawit nasional berharap pemerintah segera merealisasikan program replanting secara masif untuk meningkatkan permintaan terhadap benih sawit.
"Pembukaan lahan semakin berkurang. Kami para produsen benih berdoa agar program replanting terealisasi," kata Direktur produsen benih kelapa sawit PT Dami Mas Sejahtera, Tony Liwang, di Jakarta, Senin (29/5/2017).
Anak perusahaan dari PT Sinarmas Agro and Resources Tbk (SMART) itu memproduksi benih sawit dengan merek Dami Mas I hingga Dami Mas V dengan harga Rp10.500 per benih.
BPDP Sawit sebelumnya menyampaikan akan meremajakan kebun sawit seluas 22.000 hektare hingga akhir tahun ini kendati tahun lalu hanya mampu melakukan replanting seluas 640 ha.
Untuk mencapai target itu, badan layanan usaha di bawah Kementerian Keuangan itu menyiapkan dana Rp550 miliar dengan perhitungan setiap hektare kebun mendapat bantuan Rp25 juta.
Pada tahun lalu, dana replanting yang tersalurkan hanya Rp16 miliar alias 4% dari alokasi Rp400 miliar karena terhambat verifikasi lahan yang rumit. (NEDELYA RAMADHANI/m)








