BORNEONEWS, Sampit - Keberadaan pasar dadakan yang ada hampir setiap hari di wilayah Kecamatan MB Ketapang dan Baamang tetap saja menjadi keluhan, itu disampaikan saat Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, Senin (29/5/2017).
"Harus dievaluasi lagi keberadaan pasar dadakan, karena kasihan berpengaruh terhadap pedagang pasar PPM," kata Jainudin Karim, anggota Komisi II DPRD Kotim.
Menurut Karim, penurunan pembelian terhadap pedagang PPM sangat besar setelah adanya pasar dadakan, mengingat pasar dadakan sendiri hampir terjadi setiap hari di beberapa tempat.
"Kita meminta agar jangan sampai keberadaan pasar dadakan justru merugikan pedagang yang lain, harus dicari solusinya," tegasnya.
Penurunan penjualan di pasar PPM dirasakan tidak hanya pedagang sembako saja, namun juga sangat dirasakan oleh pedagang ikan. Bahkan mereka lebih mengeluhkan keberadaan pedagang dadakan ketimbang dengan menjamurnya pedagang modern.
"Kalau pasar modern tidak berpengaruh, yang lebih berpengaruh itu pedagang pasar dadakan," pungkasnya. (NACO/B-5)
Keberadaan Pasar Dadakan Diminta Dievaluasi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bencana Karhutla Gambut Parah, Anggota DPRD Kotim Desak Langkah Nyata Menteri Kehutanan
Ketua DPRD Kotim Berharap Kunjungan Menhut Buka Jalan Bantuan Pusat untuk Karhutla
DPRD Kotim Berkomitmen Cegah Intervensi dan KKN dalam Pengadaan Barang dan Jasa
Jembatan Menuju SMAN 1 Samuda Rusak Parah, DPRD Kotim Dorong Pembangunan Permanen
Ketua Komisi I DPRD Kotim Salurkan 12.400 Liter Air Bersih untuk Warga
RMP di Teluk Sampit Diharapkan Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Buka Lapangan Kerja
Komentar (0)
Memuat komentar…







