BORNEONEWS, Muara Teweh – Setelah tiga hari dibuka oleh Bupati Barito Utara, Nadalsyah, pasar wadai Ramadan di Water Front City (WFC), Muara Teweh terus ramai dikunjungi warga.

Warga rela berdesakan mencari kudapan dan lalapan untuk berbuka puasa. Bahkan sampai sore masih terlihat antusias warga memadati pasar wadai.

Pemandangan seperti ini bakal terus terlihat hingga satu bulan kedepan, sebab tradisi seperti ini hanya bisa ada sekali dalam setahun, tepatnya setiap memasuki bulan suci Ramadan.

“Datang lebih awal bisa lebih enak memilih. Kalau sudah sore akan sulit, selain pengunjungnya berdesakan, makanan yang hendak kita cari sudah keburu habis,” kata Indah warga Muara Teweh, Senin (29/5/2017).

Selain di Jalan Panglima Batur atau di daerah tepian Sungai Barito WFC, pasar wadai juga terlihat di depan Pasar Barito Permai dan perempatan simpang empat lampu merah Jalan Sengaji Hulu dan Sengaji Hilir dan Bundaran Nelayan.

Namun keberadaan sangat tidak tepat, sebab bisa menghambat jalur lalu lintas dan juga ada imbauan dari Satpol PP larangan tidak berjualan di wilayah perempatan jalan itu.

Kawasan pasar wadai yang disediakan pemerintah sangat padat arus lalu lintas. Beruntung Satlantas Polres Barito Utara dan dinas perhubungan juga ikut berjaga dalam pengaturan lalu lintas di dua tempat yang digunakan untuk berjualan kue. (RAMADHANI/B-6)